Kulit adalah organ tubuh yang rumit dan cerdas seperti jantung, paru-paru, hati dan organ vital lainnya. Langkah terpenting dalam cara mengetahui jenis kulit wajah kita adalah dengan memahami jenis kulit dan bagaimana menyesuaikannya dengan keadaan atau musim tertentu.
Setiap orang memiliki jenis kulit wajah yang berbeda-beda dan dapat berubah seiring berjalannya usia. Selain itu, kulit wajah pun dapat dipengaruhi oleh faktor lain yaitu faktor genetik, penyakit tertentu, serta faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari, debu.
Masing-masing orang harus paham kebutuhan dasar kulit wajah agar dapat menyesuaikan dengan produk perawatan yang cocok. Apakah kalian tahu jenis-jenis kulit wajah? Yuk simak pernyataan berikut ini!
Jenis – Jenis Kulit Wajah
1. Kulit Normal
Kulit normal adalah kulit yang sangat diinginkan oleh setiap orang. Pasalnya dengan kulit normal, kalian tidak perlu susah payah untuk memilih jenis produk perawatan yang cocok untuk kulit kalian.
Kulit normal tidak terlalu kering maupun berminyak. Tipe kulit ini memiliki kelembaban dan kekenyalan yang cukup karena minyak alami kulit tersebar merata, tetapi produksi minyak pada wajah tidak berlebihan sehingga kulit tidak tampak mengkilap. Kulit normal hanya memiliki sedikit masalah kulit atau kadang tidak ada sama sekali.
Apabila kalian memiliki kulit normal, biasanya bekas minyak tidak terlalu terlihat di kertas tisu saat mengelap wajah. Umumnya untuk cara mengetahui jenis kulit normal dengan ciri-ciri berikut:
- Sedikit atau bahkan tidak ada bercak di wajah
- Tidak sensitif
- Cenderung memiliki ukuran pori-pori yang kecil
2. Kulit Berminyak
Jenis kulit berminyak cenderung licin dan mengkilap. Hal ini dikarenakan produksi minyak atau sebum yang berlebih. Sebum dihasilkan secara alami oleh kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous di bawah permukaan kulit.
Meski pada dasarnya sebum berfungsi untuk membantu melindungi dan melembabkan kulit. Namun kondisi kelebihan sebum akan menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak, pori-pori pada wajah menjadi tersumbat serta menimbulkan jerawat.
Pemilik kulit dengan tipe berminyak biasanya bermasalah dengan pori-pori yang cukup besar, jerawat, komedo serta masalah sejenis yang menimbulkan bercak berwarna pada kulit. Hampir seluruh bagian wajah tampak mengkilap akibat minyak berlebih.
3. Kulit Kering
Jenis kulit kering tak jarang seringkali dianggap serupa dengan jenis kulit wajah normal. Tetapi kedua jenis kulit ini sebenarnya sangatlah berbeda. Jenis kulit kering biasanya terjadi akibat rendahnya tingkat kelembaban pada lapisan terluar pada kulit. Sehingga, mengakibatkan kulit menjadi kering dan mudah pecah-pecah.
Jenis kulit wajah dapat disebabkan oleh faktor genetik, penuaan, perubahan hormon, cuaca dingin, sinar matahari, radiasi ultraviolet, mandi air panas terlalu lama atau bahan yang terkandung dalam produk sabun, kosmetik, pembersih hingga obat-obatan.
Ciri khas dari kulit kering adalah pori-pori teramat kecil, adanya bercak kemerahan dan penampilan kulit yang cenderung kusam. Kulit kering biasanya juga terasa ketat, memiliki garis-garis yang lebih terlihat serta mudah gatal dan teriritasi.
4. Kulit Kombinasi
Jenis kulit wajah kombinasi adalah perpaduan antara kulit berminyak dan kulit kering. Seseorang dengan jenis kulit wajah ini memiliki kulit berminyak di zona T yaitu area dagu, hidung, dahi serta kering di area pipi.
Cara mengetahui jenis kulit kombinasi dapat dilihat dengan cara berikut ini:
- Punya pori-pori yang cukup besar, tapi tak sebesar pada orang-orang dengan jenis kulit berminyak
- Sering timbul komedo hitam di area hidung
- Kulit berminyak
Untuk merawat kulit wajah kombinasi kalian memerlukan usaha yang lebih serta harus menjalani gaya hidup yang seimbang pula. Faktor dari kulit kombinasi ini yaitu faktor genetik, makanan, gaya hidup dan perubahan hormon.
5. Kulit Sensitif
Kulit sensitif sangat rentan bereaksi terhadap rangsangan dimana kulit normal tidak bereaksi. Cara mengetahui kulit wajah sensitif adalah dengan melihat kulit yang rapuh. Biasanya disertai dengan perasaan tidak nyaman, seperti panas, sesak, kemerahan atau gatal.
Jenis kulit ini kehilangan fungsi pelindung, sehingga memudahkan mikroorganisme dan zat pengiritasi untuk masuk kedalamnya dan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi dan reaksi alergi. Itulah jenis-jenis kulit wajah. Kalau kalian jenis gimana jenis kulitnya?