3 Jenis Alergi Kulit yang Sering Terjadi

Alergi merupakan reaksi tubuh yang muncul secara berlebihan akibat suatu zat yang secara umum tidak menyebabkan kondisi tertentu, seperti penyakit kulit. Zat yang memicu munculnya reaksi alergi biasanya disebut dengan alergen.

Terdapat banyak jenis alergi kulit, mulai dari dermatitis atopik hingga angioedema. Macam-macam alergi kulit ini dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang biasanya tidak berbahaya atau menimbulkan reaksi pada orang lain.

Alergi pada umumnya tidaklah berbahaya. Namun, bukan berarti dapat diabaikan terutama alergi kulit pada bayi dan anak. Alergi kulit tersebut biasanya disebabkan oleh sentuhan langsung dengan zat pemicu alergi, maupun reaksi kekebalan tubuh terhadap masukan alergen ke dalam tubuh.

Ketika tubuh mengalami kontak langsung dengan alergen, tidak membutuhkan waktu lama reaksi terhadap alergi pun langsung muncul pada tubuh. Mulai dari gatal-gatal pada kulit, sinus, gangguan sistem pencernaan hingga sesak napas.

Tapi apakah kalian tahu macam-macam alergi kulit? Yuk simak pernyataan dibawah ini!

3 Jenis Alergi Kulit yang Sering Terjadi

1. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik atau dikenal sebagai eksim adalah kondisi ketika kulit menjadi lebih rentan terhadap gatal, iritasi dan mudah kering. Kondisi dari alergi ini cukup umum terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Hal ini dikarenakan resiko alergi akibat eksim lebih tinggi jika kalian memiliki riwayat eksim atau asma dalam keluarga.

Jenis alergi ini umumnya muncul ketika kulit kalian bersentuhan langsung dengan zat alergen yang dapat memicu timbulnya alergi. Dermatitis atopik ini menunjukkan gejala berupa kulit yang memerah, gatal-gatal, muncul ruam, pembengkakan hingga kulit kalian terkelupas di area tertentu. Jika kulit sudah terinfeksi, biasanya akan timbul benjolan kecil berisi cairan bening atau kekuningan.

READ  Lotion Anti Nyamuk dari Maharati

2. Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi apabila kulit kalian bersentuhan langsung dengan alergen. Zat pemicu alergen ini seperti lateks, logam, parfum serta tanaman, sabun, detergen hingga bulu hewan. 

Seringkali bahan kimia yang terdapat pada sabun, pasta gigi menjadi pemicunya. Dermatitis kontak alergi dapat terjadi seperti contohnya seseorang alergi dengan logam memiliki kemungkinan akan mengalami reaksi ketika menggunakan perhiasan dengan bahan yang sama.

Gejala Dermatitis Atopik

Gejala yang dapat muncul ketika terkena dermatitis kontak alergi sebagai berikut:

  • Munculnya ruam dan bercak merah pada kulit
  • Kulit bersisik dan pecah-pecah
  • Muncul rasa seperti terbakar
  • Timbul benjolan pada kulit dan mengalami pembengkakan

3. Urtikaria atau Biduran

Urtikaria merupakan peradangan dan pembengkakan pada permukaan kulit. Kondisi ini terjadi ketika tubuh terpapar zat atau benda tertentu yang mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melepaskan histamin. Zat histamin inilah yang kemudian menimbulkan gejala-gejala penyakit urtikaria.

Histamin adalah senyawa kimia yang di produksi oleh sel di dalam tubuh untuk memicu peradangan dan sensasi gatal. Selain makanan, penyakit kulit ini juga dapat disebabkan oleh alergi terhadap gigitan serangga. Urtikaria atau biduran biasanya muncul dikarenakan paparan matahari, gigitan serangga serta bahan kimia pada makanan. Umumnya biduran dapat hilang sendirinya atau diredakan dengan konsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Gejala yang terjadi pada penderita penyakit urtikaria atau biduran adalah:

  • Muncul ruam pada beberapa daerah kulit
  • Timbul bentol-bentol dengan beragam bentuk dan cenderung besar
  • Terasa sangat gatal

Itulah 3 jenis alergi kulit yang sering terjadi pada tubuh kalian. Yuk jaga kesehatan agar terhindar dari penyakit kulit diatas!

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top